Tampilkan postingan dengan label Cerita Memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Memory. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2019

Saat Prapti pergi

Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk menemui Tejo di rumah makan khas Jepang.
Galuh kemudian mengabari Tejo untuk menemuinya di rumah makan Idesu Watanabe. Tejo segera bergegas ke rumah makan tersebut. Sesampai disana dia mencari keberadaan Galuh. Biasanya Galuh mengambil posisi di belakang. Tejo kemudian melangkah ke belakang. Benar ternyata, tetapi Galuh tidak sendirian. Dengan siapakah dia?
"Selamat siang, Galuh...", sapa Tejo.
"Oh... Mas Tejo, sini mas....", jawab Galuh.

Kamis, 21 Maret 2019

Pertemuan kembali Galuh dan Tejo

Sekembalinya dari Kediri, Tejo menyempatkan diri untuk beristirahat di Mojokerto. Dia merasa sedikit penat dengan pekerjaan yang dia lakukan, ditambah jarak yang lumayan jauh dari Kediri ke Gresik, yang kalau dihitung kurang lebih 127 km. 
Tejo menyempatkan diri menikmati reruntuhan kerajaan Majapahit, kemudian ke Pacet dan menginap di sana.

Kamis, 01 Maret 2018

GILA

“Gila”, sebuah kata yang terucap dari mulut Tejo, seorang pemuda dari kampung Medang. Dia terkaget-kaget melhat sebuah kejadian yang belum dia lihat di depan matanya. Dia benar-benar terperanjak melihat sebuah fenomena jatuhnya puluhan ular besar dari tebing, dimana ukuran masing-masing ular sebesar pohon kelapa.
Dia pun akhirnya lari terbirit-birit karena sangat takut, karena ukuran ular yang sangat besar. Saat berlari, Tejo tidak memperhatikan jalan dan akhirnya dia terpeleset jatuh ke jurang yang ada di sekitarnya.

Rabu, 07 Februari 2018

Fairy Memories

Dalam keheningan malam, dalam tidur nyenyaknya, Tejo bermimpi bertemu dengan bidadari cantik yang terbang dengan satu sayap di belakangnya. Dalam mimpinya, Tejo bercakap-cakap dengan bidadari itu.
"Siapa Engkau?", tanya Tejo saat melihat bayangan Bidadari terbang melintas di atas kepalanya.
Sang Bidadari kaget, kenapa ada manusia yang bisa melihatnya. Dengan cepat bidadari itu turun menghampiri Tejo yang sedang memandanginya. 
"Kamu bisa melihatku?, siapa namamu?", tanya sang Bidadari
"Oh.. Aku Tejo, siapa namamu?", tanya Tejo pada sang Bidadari

Sabtu, 27 Januari 2018

Ruang Kosong


Di perjalanan, Tejo bertemu dengan Ratna, mereka saling berkenalan dalam kereta menuju Surabaya.
Tejo mengenalkan dirinya, “saya Tejo, nama komplit saya adalah Tejo Putro Anggodho, anda siapa ya, boleh tahu nama anda?”
Ratna menjawab dengan sedikit tersipu, “nama saya Ratna, Ratna Ayu Putri”.
Berawal dari perkenalan itu, merekapun akhirnya bercerita tentang pekerjaan dan keluarga mereka. Tejo adalah seorang pengusaha Kayu  dan mebel ekspor impor, sedangkan Ratna adalah seorang pengusaha restoran. Mereka juga menceritakan susah senang dalam pekerjaannya.
Saat Ratna bercerita tentang keluarganya, terlihat dengan jelas oleh Tejo raut uka dan tetes air mata di sudut mata Ratna. Akhirnya Tejo pun tertegun dan mencoba untuk tidak berkomentar.

Rabu, 09 Agustus 2017

Spiritualitas yang tergadai (Part 2)

Setelah kejadian tersebut, Tejo sangatlah mengidam-idamkan Galuh. Di setiap langkah Galuh, dia selalu mencoba untuk menghadirkan kebahagiaan hidup.
Hingga pada suatu hari, Tejo dan Galuh bertemu di sebuah Rumah makan tanpa di sengaja.

Tejo; "Galuh? Suka mie ayam ya?"
Galuh: "Eh mas Tejo, iya nich... my favourite one". "Mas Tejo juga suka ya?"
Tejo: "Iya..."

Senin, 18 April 2016

Spiritualitas yang tergadai (Part 1)

Tejo adalah seorang tokoh spiritual di daerahnya. Pada suatu ketika, saat dia sedang berjalan, dia mendapati gambaran kehidupan manusia.
Dalam perjalanannya yang singkat, dia berpikir bahwa segala seuatu itu pasti dapat di raih dengan usaha keras tanpa mengenal lelah. Semangat yang ada pada Tejo memanglah besar, karena dia adalah tipe orang yang optimistis.
Tetapi sesampainya dia di persimpangan jalan, dia bertemu dengan Galuh, temannya yang memang belum lama dikenalnya.
Galuh menyapanya dengan suara lembut... "Mas Tejo... kok sendirian?"

Senin, 03 Juni 2013

Candi Angan diatas Angin

Cinta tak berbatas, tanpa kendali pikir dan datang secara tiba-tiba. Begitu juga yang dialami oleh tokoh kita, dari kerajaan angin melambai, Prabu Teja Dewangkara. Di Kerajaannya, dia adalah seorang raja yang sangat angker, penampilannya santai tetapi mempunyai kebiasaan kalau bicara ceplas-ceplos. Dia mempunyai seorang permaisuri yang jelita, dengan dayang cantik dan menarik. Pada suatu ketika, dia berjalan-jalan menuju sebuah negara tetangga dalam rangka kunjungan kenegaraan. Negara itu adalah negara angin-angin, dengan seorang raja dari negeri atas angin, namanya adalah Prabu Branta Supraba. Dia suka berjalan-jalan dan jarang di kerajaannya. Dia beristrikan seorang permaisuri cantik jelita, Dyah Ayu Ratna Jamilah namanya.

Selasa, 12 Februari 2013

Kau Cantik Hari Ini...

Lama sudah tak ku lihat,
kau yang dulu ku mau.
Kadang ingat kadang tidak,
bagaimana diri mu.

Kau cantik hari ini,
dan aku suka.
Kau lain sekali,
dan aku suka.....

Selasa, 05 Februari 2013

Dini


Di pantai Marina, angin berhembus dengan sangat sejuk dan bersahabat. Saat itu mendung juga sedang menggelayuti langit yang biru. Disana Tejo sedang menghabiskan masa liburannya dengan mendirikan kemah, sangat kurang nyaman tetapi sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tejo berkemah di dekat pantai Marina selama 3 hari.
Suatu hari, Tejo bergumam pada dirinya, apa sih maksud dari semua ini?
“Jo... “, ada suara memanggil Tejo dengan lembut. Tejo menoleh ke arah suara itu. Tejo kaget bukan kepalang, karena sudah lama Tejo tidak bertemu dengan temannya itu, seorang wanita cantik yang sangat menawan. Sebut saja namanya Dini.
Ternyata, Dini sedari tadi memperhatikan Tejo yang sedang bermain istana pasir di pantai itu. Dini sebenarnya masih ragu, benarkah itu Tejo yang dulu ia kenal?
“Dini....”, sentak Tejo meyakinkan bahwa yang dilihatnya adalah Dini. “Benarkah kamu Dini?”, tanya Tejo.
“Ini benar Tejo kan?, teman satu angkatan dulu waktu kuliah di Amsterdam?”, tanya Dini juga untuk meyakinkan bahwa yang ditemuinya benar adalah Badrun Tejo Suprapto.

Rabu, 15 Agustus 2012

Siapa Aku?


Sebuah kenangan yang selalu menjadi sebuah hamparan pengharapan, meski pengharapan itu adalah pengharapan semu. Itulah kata yang tepat bagi Tejo, seorang konsultan perencana tata kota jika teringat akan seorang akuntan bernama Rina. Suatu hari, mereka berbincang melalui Skype. Mereka saling teringat masa lalu, dimana kehidupan itu hanyalah sebuah hiburan dengan penuh canda tawa, tanpa adanya beban yang berat yang menjadi tanggungan masing-masing.
085xxxxxxxxx dicall melalui skype oleh Tejo, dan nada sambung telah berbunyi...
“Selamat pagi...”, ada suara dengan wajah muncul dilayar, wajah yang tidak asing bagi Tejo.
“Selamat pagi juga, pa kabar Rin?”, sahut Tejo yang terbata-bata tetapi lugas.
“Baik... kamu sendiri?, kok kelihatan kaget melihat wajahku di skype? Aneh ya? Atau lucu?”, tanya Rina pada Tejo.
“Tidak kok... Cuma beda aja gitu... tidak ada acara hari ini?” taya Tejo sekenanya.
“Ada, ini lima menit lagi ku ada meeting ma konsultan pengembangan perumahan.”, jawab Rina
“Yach... !”, keluh Tejo sesaat, “tetapi tidak apalah, daripada tidak sama sekali, lima menit juga lumayan”, lanjut Tejo.
“Maaf ya... “, tukas Rina, “sebenarnya aku juga tidak puas jika hanya bisa berbincang selama lima menit, tapi its ok, masalahnya waktu yang tidak memungkinkan..!”, lanjut Rina.
Kemudian perbincangan mereka semakin lama semakin jauh, sampai pada akhirnya mereka menemukan sebuah tema arti dirimu bagiku.
“Jo... aku penasaran nih, kalau boleh tahu... apa arti aku bagimu?”, tanya Rina pada Tejo dengan wajah yang sangat serius.

Selasa, 03 Juli 2012

Jas Merah Part III (End Session)

Setelah pertemuan tak sengaja di Malioboro, ternyata kebolehjadian dalam sebuah peluang itu memang bagaikan sebuah keping mata uang, dimana 50% bertemu dan 50% tidak.
Tidak disangka, Tejo yang seorang konsultan tata ruang kota bertemu lagi di sebuah acara di Rapat Dewan kota bengawan dengan Rina yang ternyata seorang akuntan publik yang keduanya sedang dikontrak oleh kota Bengawan dalam pengembangan wilayahnya.
Tepat di depan gedung dewan, dengan mengendarai BMW, melintas Rina untuk menghadiri rapat. Disana aku, Tejo berdiri di samping Landcruiserku yang setia menemani kemanapun aku pergi. Tepat jam 9, kami semua masuk ke ruang rapat dengan penuh harapan rapat akan berjalan sukses dan tidak berbelit-belit.
"Assalamu'alaikum Wr.Wb.", terdengar suara pimpinan rapat mulai membuka acara. Setelah itu draft-draft pengembangan dikemukakan dengan mendengarkan pendapatku sebagai konsultan tata ruang dan juga Rina sebagai akuntan publik. Di dalam rapat itu, kami mulai terlibat silang pendapat, karena itu wajar dan kamipun seoah-olah tidak saling mengenal, karena memang kami harus profesional.

Kamis, 28 Juni 2012

Jas Merah Part II



Dua tahun sudah setelah aku terakhir kali bertemu dengan Elle Rina  -yang lebih sering ku panggil Rina- di Blitar, secara kebetulan kami bertemu kembali di Bandara Adisucipto Jogja. Aku, Tejo, terakhir kali bertemu dengan Rina saat acara PORDA di Blitar. Kalau dihitung mundur lagi, sewaktu di Blitar kami sudah tidak bertemu selama 8 tahun, berarti saat ini sudah 10 tahun sejak perpisahan dan ini adalah pertemuan yang kedua.
Aku masih teringat sewaktu bertemu dengan Rina waktu itu, dia masih cantik dengan dua buah hati yang cantik , Aura dan Aulia, serta sang suami, Sony yang gagah juga. Waktu itu muncul perasaan aneh dalam diriku, yang selalu menjadi sebuah rahasia, kenapa rasa itu muncul lagi? Kenangan indah bersama Rina, Salahkah?

Selasa, 12 Juni 2012

Terusik masa lalu

Sedang jalan-jalan di mall, tiba-tiba bahu Rina ditepuk seseorang.  Saat ia menengok, di situlah matanya bertemu dengan mata yang sempat mengisi hari-harinya beberapa tahun lalu.Tejo.
 “Apa kabar, Rin?”
Hanya tiga kata membuat semua kenangan dengan Tejo bangkit di benak Rina.  Mendadak Rina lupa bahwa dulu ia memutuskan hubungan 9 tahunnya dengan Tejo karena lelaki itu mempunyai perasan lain pada seorang wanita.
Sejak pertemuan tak sengaja itu, Rina sering melamun.  Ternyata sudah putus selama 9 tahun tak membuat jejak Tejo hilang sepenuhnya dari pikiran.  Tentu ini semua di luar pengetahuan Eko, suami Rina. 
Salahkah Rina jika ia memutuskan untuk mengirim SMS pada Tejo keesokan harinya?  Pesan singkat sesederhana “Hai, lagi apa?” tentunya takkan berakibat apa-apa, bukan?  Toh sekarang baik Rina maupun Tejo sama-sama punya pasangan.

Senin, 30 April 2012

TEJA DEPIL


Suatu hari, seorang pria bernama Teja Maleeka sedang berpikir. Dia memikirkan arti dari keseimbangan, antara hitam dan putih, antara gelap dan terang. Dia berpikir dari sore sampai jam 9 malam, tetapi belum juga menemukan jawaban atas pertanyaannya itu.
Pada saat dia sudah tidak bisa konsentrasi lagi, datanglah temannya bernama Rajesh Mahendra menghampirinya. Akhirnya kejenuhan Teja tergantikan dengan obrolan dengan temannya itu.
Teja bertanya pada Rajesh, “Bro.. Gue sedang berpikir nih, apa arti keseimbangan itu ya?”
Rajesh berpikir dengan tenang lalu menjawab, “Oh... itu kan keadaan dimana aksi dan reaksi pada saat yang tidak tergoyahkan bro...”
Teja masih mengejar dengan pertanyaan yang lain, “Kalau itu benar, lalu keseimbangan dalam hati manusia bagaimana bro...”

Senin, 09 Januari 2012

PEARL JAM

Disuatu malam, Tejo, sebut saja seorang pria yang berkewarganegaraan Suriname, mendapatkan sebuah sms dari mantan pacarnya, sebut saja Rina.
Dia (Rina) mengingat akan masa lalunya, dengan keriangan yang ada pada Tejo, seolah-olah kenangan itu tetap saja ada dipelupuk matanya, yang kadang membuatnya Rindu akan kehadiran Bejo disampingnya. Bejopun kadang masih teringat akan Rina yang memang merupakan cinta sejatinya itu.
Rina mengirimkan SMS pada Tejo, "Kapankah kebahagiaan itu datang padaku?"

Kamis, 23 Juni 2011

Ada Tapi Tak Nyata

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 Juni, ada rencana pertemuan dua orang manusia di tempat sejuk di daerah Ciater, mereka berencana bertemu disana jam 1. Sebut saja namanya Tejo dan Rina. Tejo adalah seorang pengusaha terkenal di daerah Sumedang, sedang Rina seorang Manajer Bank Swasta di daerah Cilegon. Mereka berdua adalah mantan pasangan kekasih yang sudah berpisah lama, dan masing-masing sudah dikaruniai anak dari pernikahan mereka dengan pasangan masing-masing.

Senin, 23 Mei 2011

Jas Merah


Jum’at pagi dari kota kelahiranku, Kertosono, kami berangkat ke Blitar, dimana kami akan mengikuti PORDA, dengan mengendarai bus bersama rombongan. Ditengah perjalanan aku (Tejo, itu namaku) teringat seorang teman di Blitar, namanya Elle Rina….., tapi dia akrab kupanggil Rina.
“Ah, alangkah asyiknya kalo ku kabari Rina agar dapat berjumpa dengannya”, gumamku lirih…, sudah 8 tahun kami tidak ketemu. Rina adalah seorang sahabat yang paling ku sayangi, dia sudah berkeluarga, suaminya bernama Sony, dengan dua buah hati mungil bernama  Aura dan Aulia, semua cewek.
Tanpa pikir panjang akupun mengambil HP ku, lalu kucari nomor telepon Rina, ku call dia.
“Halo, apa kabar Rin?”, aku memulai pembicaraan dalam telepon, dia menjawab, “Baik, ada apa kok tumben call aku?.

Sabtu, 21 Mei 2011

OSPEK Cinta


Pada sabtu pagi, “Tejo…., kamu dipanggil kak Rina!”, kata teman satu reguku, namanya Iwan. Kutoleh Iwan, dalam hatiku, ada apa lagi ini, kenapa aku dipanggil Rina, seorang kakak tingkat yang terlihat smart, manis dan sedikit angkuh.
“Ada apa? Hanya aku yang di panggil?”, tanyaku kepada Iwan, kemudian Iwanpun menjawab, “Iya, kamu thok “ (dengan logat Jawa yang khas, maklum, dia penduduk local). “cepet lho!”, sahutnya lagi.
Dengan bergegas akupun segera menghampiri Rina, yang saat itu terlihat sangat manis dengan baju pink kotak-kotaknya. Oh iya, ampe lupa, kejadian ini terjadi pada bulan Agustus di salah satu kampus di Solo waktu awal kuliah, OSPEK, ajang balas dendamnya kakak tingkat (menurutku).

Saat Prapti pergi

Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...