Tampilkan postingan dengan label Renungan Logika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Logika. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2019

Baiklah

Sebuah kata yang sangat mudah untuk kita ucapkan, meski tanpa ada rencana atas konsekuensi yang harus diterima. Banyak orang dengan sangat mudahnya mengucapkan kata ini, semudah membalikkan telapak tangan. 
Sebuah kata yang sebenarnya tidak tepat untuk mempermudah suatu urusan, tetapi penuh dengan konsekuensi. Semisal, jika da pertanyaan, apakah kamu bersedia untuk menjadi pemimpin negeri ini?
Jawaban yang akan sangat mudah diucapkan, apakah itu? Jawabnya adalah "Baiklah", tanpa berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab yang sangat besar. Sebuah jawaban yang mempermudah segala urusan, yang sebenarnya belum tentu dia kuat untuk mempertangungjawabkannya.

Sabtu, 27 September 2014

Apakah Jin juga alay?


Suatu hari dalam hutan belantara liar ada sidang besar yang dihadiri oleh bangsa jin, bangsa manusia, dan bangsa binatang, tiga kelompok berbeda jenis ini saling berdiskusi lintas alam.

Mereka membahas masalah regional dan zona perbatasan yang harus disepakati, serta dipatuhi oleh masing-masing pihak…., sebab isu kerakusan manusia tamak telah membuat gerah bangsa jin, juga meresahkan para binatang.

Apalagi sudah terbukti adanya ulah segelintir manusia di ranah social media yang bersifat melebihi jin syetan, malah bertabiat seperti binatang…., hal ini yang membuat bangsa jin dan para binatang protes, serta mengecam aksi manusia tamak tersebut….

Sabtu, 07 September 2013

Sempurnanya Atom dalam Tubuh Kita


Dengan tubuh tersusun atas atom-atom, Anda menghirup atom di udara, memakan atom dalam makanan dan meminum atom dalam air. Yang Anda lihat tidak lain adalah tabrakan elektron atom di mata Anda dengan foton. Dan bagaimana yang Anda rasakan dengan sentuhan? Sensasi itu dibentuk oleh atom-atom kulit Anda yang menolak atom-atom objek.
Memang, dewasa ini hampir setiap orang tahu bahwa tubuhnya, alam semesta, dunia, pendeknya, segala sesuatu, terdiri atas atom. Tetapi, barangkali sebagian besar orang sejauh ini tidak pernah memikirkan sistem macam apa yang dimiliki entitas yang kita sebut atom itu. Atau kalaupun mereka berpikir, mereka tidak merasakan kebutuhan untuk menyelidikinya, karena mereka selalu menganggap itu tugas ahli fisika saja.

Sabtu, 15 Juni 2013

Filosofi Punakawan

Punakawan, pasti kita yang senang melihat wayang akan langsung bisa membayangkan siapa saja punakawan itu. Jika kita memahami wayang, banyak hal yang bisa kita ambil dari filosofi wayang. Secara tersirat empat sosok Punakawan memiliki arti filosofis yang tinggi. Dalam berbagai cerita di wayang, Punakawan adalah merupakan empat sosok yang memiliki kesetiaan tinggi pada Bendaranya (tuannya). Mereka selalu mengawal kemana pun tuannya pergi.

 Sebelum kita membahas mengenai sosok Punakawan, terlebih dulu kita kupas arti dari Punakawan. Kata Punakawan juga bisa disebut Panakawan. Panakawan terdiri dari kata Pana = Memahami; Kawan: Teman. Teman dalam hal ini yang dimaksud adalah teman hidup yang senantiasa mendampingi kita. Secara tersirat, keempat sosok Punakawan itu merupakan gambaran dari pemahaman Kawruh Kejawen, Sedulur Papat, Lima Pancer. 

Dana ICW

dakwatuna.com – Jakarta. Sejumlah organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia diduga menerima dana sebagai atas keikutsertaan mengkampanyekan anti tembakau dan anti rokok di Indonesia dari lembaga fund raising Amerika Serikat yakni Bloomberg Initiative. Hal ini berdasarkan data yang dilansir dari www.tobaccocontrolgrants.org.
Sangat disayangkan, salah satu dari sekian penerima dana dari lembaga asing yang didirikan oleh seorang Yahudi, Michael Bloomberg, adalah Indonesian Corruption Watch (ICW).
icw
Sebagaimana dirilis oleh kantor berita Antara, di antara  delapan LSM di Indonesia yang menerima dana dari Bloomberg Initiative, satu diantaranya adalah ICW dengan penerimaan sebesar 45,470 ribu dolar AS.
Tak urung hal tersebut mendapat tanggapan dari beberapa anggota DPR RI.
Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning menyayangkan salah satu lembaga yang menerima dana dari Bloomberg Initiative itu adalah Indonesian Corruption Watch (ICW). Berdasarkan data yang dilansir situs tersebut, ICW menerima dana sebesar USD 45.470 atau setara Rp 409.230.000. Dana tersebut dikucurkan pada periode program bulan Juli 2010 hingga Maret 2012.

Kamis, 04 Oktober 2012

Kejawen dalam perspektif

Jawa dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa semacam pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan,khususnya di Kerjaan Mataram (Yogya/Solo)

Rabu, 29 Februari 2012

Tejo dan SI HITAM KEJAWEN

Tejo suatu saat berdebat dengan Rais yang anti Kejawen. Rais mengenal Tejo sebagai seorang pengikut kejawen. Rais bertanya pada Tejo, "Jo.. aku bingung dengan kamu Jo, kenapa kamu yang muslim gitu kok masih percaya pada klenik sih?",
"Apa?, masak sih?", Sahut Tejo sambil tersenyum.
"Itu lo, kamu kan kejawen? apa itu tidak musyrik to JO?", seloroh Rais, "Mbok yao sadar to Jo, insyaf, taubat!", tandas Rais lagi
Dengan tersenyum Tejo menjawab, "Sory sobat, apa yang kamu pikirkan? kamu tahu belum kejawen itu?"Rais
"Ya sudah to Jo, Kejawen kan yang pake klenik itungan njlimet itu kan?, pake ubrampe dan syarat macem macem dan akhirnya pake bantuan Jin untuk melaksanakannya itu kan?", Jawab Rais.
"Ha ha ha, kamu berarti belum tahu arti kejawen yang sebenarnya Bro..., so kamu mengkambing hitamkan Kejawen", sahut Tejo.
Rais terhenyak, kemudian dia bertanya pada Tejo tentang kejawen. Tejo akhirnya menjawab dengan rinci agar Rais tidak salah mengartikan kejawen.


“Begini Bro.. Kejawen itu sebenarnya adalah sebuah Permata Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai Dan Dikambinghitamkan, Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai". Tejo mulai menerangkan

Rabu, 01 Februari 2012

SEBUAH PERENUNGAN DAN HARAPAN

Saat malam tahun baru IMLEK, Rangga merasakan ada yang aneh dengan keadaan sekelilingnya, dia merasakan ada Aura tak wajar menerpa dirinya. Dalam keheningan malam, dia mendengar ada suara yang tidak terlalu jelas dengan enggunakan bahasa Jawa di telinganya..
Wedaring bawono langgeng, tumuruning wahyu mring titah kajibah nggulo wentah mayapadha. kawis nora eling, rubedo tumeko, Gumunggung gunung karoto segoro, pinilih dening gusthi, mugi siro kang piniji saguh nglaksanani tugas ingkang suci. Amin

Jumat, 28 Oktober 2011

Cerdik atau Picik?

-->
Ada sebuah kisah tentang seorang guru yang mengajar pada sebuah sekolah pinggiran, sebut saja bu Painah.
Bu Painah dalam suatu ketika mengajar dalam sebuah kelas, mendapati siswanya yang bengal, dia berkata, “Ayo diam, bisa tidak”.
Siswa yang diminta untuk diam ternyata tidak mau diam, karena mereka merasa bosan dengan pola mengajar bu Painah, yang selalu memberikan catatan tanpa memperdulikan kesempatan mereka untuk berkreasi dan mengerjakan soal yang diberikan.
Ilustrasi
Kemudian bu Painah membentak dan memarahi siswa tersebut, padahal siswa tersebut ingin mengungkapkan pendapatnya tentang cara mengajarnya.
Dihari yang lain, bu Painah memberikan evaluasi pada siswa-siswanya, ternyata hasilnya mereka memilki nilai yang jelek, lalu bu Painah melakukan remidiasi, dengan nada keibuan Painah berkata, “Aku mendoakan kalian semua mendapat rangking satu, amin...”.
Pada hari yang lain, saat itu Painah sedang berada di kantor guru, dia berbincang dengan bu siti dan pak Tejo, dia mengutarakan bahwa dia pernah berkata pada muridnya, bahwa mereka semua dapat menjadi rangking 1, tetapi lebih baik menjadi rangking 2 atau 3 atau 4.

Senin, 13 Juni 2011

CINTA SEJATI


- Cinta tanpa harus memiliki
- Cinta tanpa kau tau mengapa engkau rasakan cinta itu
- Cinta dengan segenap empati
- Cinta hanya kita yang tau sebesar apa Cinta itu

Saat Prapti pergi

Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...