Seorang laki-laki ditinggal mati
istrinya. Dia hidup bersama anak laki-lakinya yang berumur 7 tahun.
Kemudian, lelaki tersebut menikah lagi dengan seorang perempuan yang
berhati kasar, selalu membenci anak tirinya. Saking jahatnya, dia
melarang anak tirinya untuk bersekolah. Untuk mengganti kesibukannya,
perempuan itu membelikan seekor kambing untuk digembalakan anak tirinya.
Wanita itu senantiasa menghukum anak tirinya jika berbuat salah, baik
kesalahan yang besar maupun kecil tentang urusan kambing itu. Suatu hari
anak tirinya berbuat salah, lalu dia mengikatnya di kandang kambing.
Tampilkan postingan dengan label Renungan Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Cerita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 September 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Domba Berbulu Srigala
Di sebuah tanah lapang yang rindang, didepan rumah pak Tejo, bergerombol domba dengan bulu indah, tebal nan putih. Gerombolan itu berlarian tidak teratur. Tanah lapang itu banyak tumbuh rumput yang sangat subur, maklum, rumah pak Tejo berada di pinggir hutan dan ada bilik air yang jernih disana. Karena kesuburannya itulah, maka banyak herbivora yang datang kesitu.
Karena letaknya yang dipinggir hutan, maka tak ayal juga ada hewan buas yang kadang mencari mangsa di tanah lapang itu, terutama hewan yang suka melolong, The Jackal, Srigala, yang selalu datang kesana sekedar untuk minum atau benar-benar lapar untuk memangsa hewan yang ada di tanah lapang tersebut.
Selasa, 31 Juli 2012
Tejo dan Syeh Ja'far
Suatu ketika, di pinggir hutan, tinggallah seorang
tua yang bijak, namanya Syeh Ja’far. Orang-orang desa mengenalnya sebagai sosok
yang baik hati. Pondoknya sering menjadi tempat berkunjung bagi yang
membutuhkan bantuan. Makanan, minuman, obat-obatan dan seringkali nasehat-nasehat,
kerap dihasilkan dari dalam pondok itu.
Ketenangan dan keasrian selalu menyertai sekitar
lingkungannya. Hingga pada suatu hari, terdengar teriakan lantang dari luar,
"Ajarkan aku tentang kehidupan!!". Ah, rupanya, ada seorang anak muda
yang datang dengan tergesa-gesa, namanya Tejo. "Aku adalah pengelana, yang
telah berjalan jauh dari ujung-ujung buana. Telah ribuan tempat kujelajahi dan
telah ribuan jengkal kususuri. Namun, aku tetap tak puas, ajarkanlah aku
tentang kehidupan." Begitu teriak Tejo.
Senin, 04 Juni 2012
Tejo dan Pohon Apel
Pada jaman dahulu kala, hiduplah
sebatang pohon apel besar dan anak lelaki – Tejo - yang senang bermain-main di
bawah pohon apel itu setiap hari. Tejo sangat senang memanjatnya hingga ke
pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Tejo
sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai Tejo.
Waktu terus berlalu. Tejo kini
telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main
lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku sudah besar, bukanlah
anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab Tejo. "Aku
ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut,
"Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah
apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan
kegemaranmu."
Jumat, 18 Mei 2012
Tejo dan Rahasia Borobudur
Tejo berhayal, suatu hari nanti akan mendapat bongkahan emas di Borobudur. Dia mencoba berpikir bagaimana caranya dia bisa mendapatkan itu.
Suatu hari dia bertemu dengan Syeh Maulana, seorang jin dengan perawakan kekar dan terlihat garang. Tejo bertanya padanya, "Benarkah ada rahasia besar di balik bangunan candi Borobudur?"
"Benar!", sahut Syeh Maulana
"Bisakah kamu ceritakan?", tanya Tejo lagi
"Terus terang saja, aku tidak bisa cerita ke kamu, ke manusia yang lain juga seperti kamu", jawab Syeh Maulana
"Sebegitu pentingkah itu?", tanya Tejo lagi.
"Sangat penting, sehingga akan membuat manusia salah jalan!", timpal Syeh Maulana
Rabu, 02 Mei 2012
Debat Unta dan Keledai
Suatu hari, seekor keledai dan
seekor unta ditempatkan dalam satu
istal.
Dlam kebersamaan itu, munculah sebuah perdebatan antara keduanya.
"Mengapa ya...",keledai memulai
pembicaraan, "Aku selalu ingin tahu. Mengapa saat menuruni bukit, aku suka
terjatuh dan bawaanku tumpah berceceran sehingga majikanku memukuliku,
sementara kau turun dari bukit dengan penuh ketenangan?".
"Apakah kau diberikan suatu
kelebihan? Mengapa kau tak pernah jatuh berguling-guling sepertiku?” lanjut si keledai. "Padahal kita sama-sama punya kaki empat dan nafas yang kuat kan?", lanjut keledai lagi.
Unta menjawab, “Lancarnya turunku
dari bukit adalah sebuah anugerah. Tapi tentu saja ada perbedaan antara kau dan
aku".
"Apa bedanya antara aku dan kau?", Tandas si keledai.
Kamis, 26 April 2012
Kisah Tejo dan Parjo
Ada dua anak bernama Tejo dan Parjo. Tejo mempunyai sifat periang,
selalu gembira dan
tersenyum. Sebaliknya Parjo mempunyai perangai yang cemberut, selalu
sedih, dan jarang tersenyum.
Suatu ketika orang tua mereka
berpikiran untuk membuat Parjo tersenyum gembira dan membuat Tejo menjadi
sedih cemberut dan sedih. Mereka
lalu berpikir untuk memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan
masing-masing anak.
Parjo sudah sejak lama menginginkan
telepon genggam. Selama ini jika pergi
dengan teman -temannya sering kali ia meminjam telepon genggam milik temannya. Orang tuanya membelikan sebuah telepon genggam
terbaru supaya dia menjadi senang dan gembira.
Sabtu, 07 April 2012
Kisah Samir dan Iskan
Dua laki-laki bersaudara (Samir dan Iskan) bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama
belajar agama Islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal
mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10
KM dari rumah peninggalan orangtua mereka.
Suatu ketika sang kakak, Samir berdo'a memohon rezeki untuk membeli sebuah
Mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya (Iskan) bila
pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia
miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.
Senin, 12 Maret 2012
Tejo dan Pengamen
Suatu malam, saat tanggal 10 Mei lalu, Tejo bergegas menyiapkan mobilnya dari garasi, karena ada janji hangout di sebuah cafe. Dia bersama anak dan istrinya berangkat menuju Cafe Yetty yang berjarak 10 km dari rumahnya. sesampai di Cafe itu, ternyata sudah banyak teman-teman Tejo yang sudah datang.
Teman-teman Tejo menyambut dengan hangat kedatangan Tejo dan keluarganya. Dalam acara hangout itu, ditampilkan banyak kegiatan untuk mempererat persahabatan mereka antara teman dengan keluarganya. Acara itu sangat meriah dengan game-game seru di dalamnya.
Jumat, 01 Juli 2011
Karangan Bunga Dan SPP
Tinggal di perumahan pemukimnya memang sangat heterogen, baik dari segi pekerjaan maupun perekonomian atau status sosialnya.
Di salah satu perumahan, ada seorang yang secara materi mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya, kita sebut saja namanya pak Untung, dia mempunyai dua kapling perumahan dengan type yang terbesar dijadikan satu ditambah lagi dengan sisa tanah yang agak luas dan tempat yang sangat stratgis . Rumahnya sudah dibangun berlantai tiga, lantai satu terdiri: ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, tempat tidur tamu, kamar pembantu, garasi mobil. Lantai dua terdiri: tempat tidur bapak dan ibu, kamar tidur anak laki-laki, kamar tidur anak perempuan yang masing-masing, ruang santai, kamar mandi dan wc. Lantai tiga terdiri: tempat jemur pakaian, setrika, tanaman bunga, dan ruang santai. Singkatnya termasuk rumah hunian yang sangat ideal untuk suatu keluarga di komplek perumahan tersebut.
Senin, 13 Juni 2011
GREATEST TREASURE
Whats happended? What is the Greatest treasure?
Many people complain that their memory is not what it used to be. But
memory can be a powerful tool for spiritual and emotional rejuvenation!
I once attended an conference at a retreat center in the Rocky
Mountains. We were given a long break one afternoon to relax and
rejuvenate our spirits. Many of the attendees decided to play golf and
asked if I wanted to come along.
Golf does not rejuvenate my spirit. I’ve LOST more religion on the
golf course than I can remember! I feel a bit like Bob Hope who said
that if you watch a sport, it’s fun; if you play a sport, it’s
recreation; and if you work at a sport, it’s golf.” I decided to do
something more relaxing, so I went for a walk.
Selasa, 07 Juni 2011
Api dalam Api
Suatu hari, Tejo sedang memikirkan seuatu yang harus dia lakukan... dia memikirkan alangkah indahnya jika asa yang terpendam itu menjadi nyata.
Pada suatu waktu, dia berjalan ke arah recycling di tempatnya yang dia beri nama Lingkaran setan. Dengan tenang dia menghampiri lingkaran setan, kemudian dia memanaskan setan-setan tersebut dengan api.
Mungkin waktu itu dia lupa, bahwa setan terbuat dari api....
Dalam hati ia bergumam, "Setan, rasakan ini, kamulah yang selalu memberiku asa palsu"..
Kemudian iapun menambahkan bahan bakar untuk menghanguskan setan-setan terkutuk itu...
Senin, 23 Mei 2011
Atheis
Ada seorang pemuda yang sudah lama sekolah di negeri paman
Sam kembali ke tanah air, sebut saja Theo. Dia adalah orang yang tidak percaa
akan adanya Tuhan. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama yang bisa menjawab
3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua Theo mendapatkan orang tersebut, sebut saja
namanya Abdullah.
Theo: “Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan
saya?”
Abdullah: “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya
saya akan menjawab pertanyaan anda”
Theo: “Anda yakin? bahkan Profesor Theologi dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab
pertanyaan saya ini, tidak salahkah kamu berkata seperti itu?”.
Pengembara
Pada
suatu pagi, datanglah seorang pemuda dari negeri seberang, namanya Umar, dia
berpikir alangkah indah negeri ini, dengan keindahan ciptaan Tuhan yang tak
ternilai harganya. Di lain pihak ada seorang lokal yang bekerja di sebuah perusahaan
swasta terkenal, namanya Arif.
Pada
pagi itu, kebetulan mereka bertemu di jalan. Mereka diam, karena merasa asing
satu sama lain. Lalu, selang beberapa saat, akhirnya mereka mencoba untuk
bercakap-cakap.
“Assalamu’alaikum...!”,
sapa Arif.
“Wa’alaikum
salam”, Umar menjawab dengan singkat, seolah-olah masih kikuk untuk berbincang
dengan orang yang baru saja dilihatnya.
Jumat, 20 Mei 2011
JANGKRIK Vs UANG
Seorang Seniman
tua bernama Rejo bertemu dengan
sahabat karibnya yang
kini menjadi konglomerat kaya,
Harto. Sudah sekian puluh tahun mereka tidak saling berjumpa. Kini mereka memutuskan untuk
menghabiskan hari itu dengan berjalan kaki
mengelilingi kota sambil mengenang persabahatan mereka di masa
kanak-kanak dulu.
Tanpa kenal lelah mereka berjalan, bertukar
pengalaman dan bersenda gurau. Hari pun beranjak petang. Mereka tiba di sebuah pasar malam yang ramai penuh dengan lalu lalang pengunjung. Tiba-tiba Rejo
berhenti, terdiam terpaku.
Bibirnya tersenyum. Matanya terpejam, seakan menikmati sesuatu. Rekannya,
Harto, terheran-heran melihat kelakuan Rejo. "Ada apa?" tanyanya.
"Sst, tidakkah kau
mendengar suara yang indah ini?" tanya
Rejo.
BOSAN?
Ini sebuah
cerita ringan tentang kebosanan.
Seorang tua yang bijak kedatangan seorang tamu, kemudian ditanya
oleh tamunya.
Tamu:
"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua:
"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan
sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya
rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu:
"Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua:
"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu: "Bagaimana
menghilangkan kebosanan?"
Cinta, Sukses dan Kaya
Alkisah, Suatu
ketika , ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3
orang pria berjanggut yang duduk di
halaman depan. Wanita itu tidak mengenal
mereka semua. Wanita itu berkata, " Aku tidak mengenal Anda, tapi aku
yakin Anda semua pasti sedang lapar.
Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut.
Pria
berjanggut itu lalu balik bertanya, " Apakah
suamimu sudah pulang ? "
Wanita itu menjawab, " Belum, dia sedang keluar.
" Oh kalau
begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan
menunggu sampai suamimu kembali",
kata pria itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Saat Prapti pergi
Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...
-
Jarak Kepyar Klasifikasi Kingdom: Plantae Sub Kingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliop...
-
“Gila”, sebuah kata yang terucap dari mulut Tejo, seorang pemuda dari kampung Medang. Dia terkaget-kaget melhat sebuah kejadian yang ...















