Tampilkan postingan dengan label Cerita Semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Semangat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Semangat! Usia bukan kendala

Sebuah cerita ketika Tejo berangkat keluar kota, tepatnya di Kudus. Sesaat Tejo mendapati cacing dalam perutnya bernyanyi keras........... La la la la...........
Dalam benak Tejo, dia harus segera membungkam suara sang cacing dalam perutnya dengan makanan yang enak. Kemudian dia berkeliling dengan sepeda onthelnya yang memang sudah tua, kemudian dia melihat ada warung soto... Soto Kudus...
Cacing dalam perut Tejo bersuara keras "Hai Tejo, ingat kami..!"
Tejo lalu berbisik, "Diam saja;ah, ntar ku banjiri kalian dengan air panas!"
Tak berapa lama, Tejo mengayuh sepedanya menuju warung itu dan segera memesan soto untuk membungkam sang cacing. 

Rabu, 25 Mei 2011

Faruk dan Rayap


Hari Minggu yang cerah. Faruk bepergian ke hutan untuk berpiknik dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Setibanya di sana, mereka mulai bermain petak umpet.
Tiba-tiba, Faruk mendengar sebuah suara menjerit, “Hati-hati!” Faruk mulai melihat ke kanan dan ke kiri, tak pasti darimana suara itu berasal. Namun, tak seorangpun di sana. Kemudian, didengarnya suara yang sama. Kali ini, suara itu berkata, “Aku ada di bawah sini!” Tepat di sebelah kakinya, Faruk melihat seekor serangga yang tampak mirip sekali dengan semut.

Jumat, 20 Mei 2011

Laila Majnun, Part 2


Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah
dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.
Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.

Kamis, 19 Mei 2011

Laila Majnun, Part 1

Seperti masa-masa sebelumnya, apakah kita dapat mengenali diri kita lebih jauh?

Coba kita bercermin pada kisah Laila Majnun berikut ini.


Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Saat Prapti pergi

Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...