Pagi hari ini,
Tejo, Paimin, Panjul beserta anggota klub manasuka berjalan-jalan ke daerah
Bukit Menoreh untuk melakukan ritual terakhir dalam rangka pengkajian rijalul
Ghaib yang terakhir. Paimin berkata, “baiklah, mari kita mulai kajian kita. Kajian
ke 31 : Janganlah terobsesi dengan Alam Ghoib karena akan kecewa adanya. Mendekatlah
dengan yang menciptakan Alam Ghoib yaitu Alloh swt. Mintalah izin pada Alloh
swt agar di perkenankan untuk mendalami Dunia keghoiban. Jika Alloh swt sudah
berkenan dan Ridho terhadap seorang Hamba maka apapun yang tidak mungkin akan
menjadi mungkin karena tidak ada yang mustahil bagi Alloh swt.
Sabtu, 27 Januari 2018
Ruang Kosong
Di perjalanan, Tejo bertemu dengan Ratna, mereka saling berkenalan
dalam kereta menuju Surabaya.
Tejo mengenalkan dirinya, “saya Tejo, nama komplit saya adalah Tejo
Putro Anggodho, anda siapa ya, boleh tahu nama anda?”
Ratna menjawab dengan sedikit tersipu, “nama saya Ratna, Ratna Ayu
Putri”.
Berawal dari perkenalan itu, merekapun akhirnya bercerita tentang
pekerjaan dan keluarga mereka. Tejo adalah seorang pengusaha Kayu dan mebel ekspor impor, sedangkan Ratna
adalah seorang pengusaha restoran. Mereka juga menceritakan susah senang dalam
pekerjaannya.
Saat Ratna bercerita tentang keluarganya, terlihat dengan jelas oleh
Tejo raut uka dan tetes air mata di sudut mata Ratna. Akhirnya Tejo pun
tertegun dan mencoba untuk tidak berkomentar.
Kamis, 16 November 2017
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 6)
Di hari yang
terik, disebuah sungai, Pleret, Tejo memancing dengan seriusnya. Dia akhirnya
mendapatkan banyak ikan, karena memang sungai itu masih sangat bagus airnya.
Tak lama kemudian, Paimin datang dengan membara tiga buah joran pancing.
Paimin mendekati
Tejo, sembari mengarahkan mata kailnya ke spot yang diprediksikan banyak ikannya. Sembari memancing mereka bercakap-cakap dengan serius.
“Jo... dapet
berapa, banyak?”, tanya Paimin.
“Lumaya Min...
nih, segini... oh ya Min, bagaimana dengan kajian kita yang lalu?”, Tanya Tejo.
“Oh ya...
bagaimana kalau kita lanjut lagi Jo, setuju?”, tanya Paimin.
Jumat, 03 November 2017
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 5)
Suatu hari, Paimin dan Tejo berjalan di sebuah hutan yang dikenal sebagai tempat angker oleh masyarakat gunung Merapi. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan perenungan di bawah poho beringin yang besar.
Tejo berkata kepada Paimin. "Min.. bagamana kalau kita kembali bahsa Rijalul ghaib kita yang waktu itu?"
"Oke Jo... dulu kalau gak salah sampai kajian ke 20 ya?", Jawab Paimin.
"Yup...", Tejo segera menjawab dengan cekatan.
Tapi kali ini langsung saja sampai kajian 25 ya Jo... ", Paimin akhirnya melanjutkan kajiannya.
Rabu, 20 September 2017
Who Is Him, Satrio Piningit (2)
Siapakah
dia?
Apakah dia ada?
Dalam bait 168 disebut bahwa Satrio Piningit itu
terlahir dalam keadaan Lola, artinya dia yatim piatu, tak bersanak saudara. Dia
hidup sebatangkara dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, yang membuatnya
tegar dalam mengarungi kehidupannya dengan segala macam cobaan hidup.
Pertanyaan yang muncul, apakah ini hanya melihat sejarah akan kehidupan Yang
Mulia Rasulullah SAW yang kecil dalam keadaan Yatim Piatu? Wallahu'alam...
Selasa, 19 September 2017
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 4)
Sejak saat itu, Paimin lebih sering menggunakan waktu untuk mendalami Rijalul Ghaib yang ia pelajari dalam buku kegelapan.
Paimin membaca kajian ke 16 :
" Wahai para penempuh Jalan Spritual Berhati-Hatilah jika bertemu dengan Tokoh spritual di manapun mereka berada.. Jangan pernah mengikuti/menghafal kalimat - Kalimat yang tidak engkau fahami arti dan maksudnya...dan jangan menerima Barang kramat apapun.
Rabu, 06 September 2017
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 3)
Pada
dua kajian sebelumnya, Paimin, Tejo dan Panjul menyepi di tempat yang tenang,
maka pada pertemuan mereka yang ketiga masing-masing mengajak teman satu,
Paimin mengajak Harjo, Tejo mengajak Soma, dan Panjul mengajak Tiwuk.
Atas
Prakarsa Tejo, maka kajian kali ini dilakukan di sebuah rawa di atas rakit,
dengan diterangi cahaya lilin saja, dan mereka bersepakat hanya Paimin yang
menerangkan, dan mereka hanay boleh bertanya saat diberi kesempatan oleh
Paimin.
Tejo:
“Min, berdasar kesepakatan, sekarang silahkan untuk memberikan kajian
selanjutnya”
Paimin:
“Siap Jo, oke .. mari kita lanjutkan sekarang. Kemarin kita sampai ke kajian
10, sekarang kajian ke 11 : "
Teliti dan Fahamilah orang-orang yang ada di sekitar kita.. Karena seringkali ada
mahluq ghaib yang suka Jahil/iseng yang
memiliki kemampuan tinggi menjelma menjadi orang-orang yang kita sayangi...Jadi jangan terlalu Kaget,
kecewa atau sakit hati bilamana secara tiba-tiba anak, istri serta saudara kita
berubah perilaku juga fisiknya... Bisa jadi ada mahluq ghaib yang menguasai tubuh
mereka...”, sedikit menghela nafas, Paimin bertanya ke teman-temannya, “Ada
pertanyaan?”
Harjo
yang baru pertama kali ikut langung menyambut kesempatan itu dengan sebuah
pertanyaan.
Harjo
;”Apakah semua seperti itu Min?, ciri-cirinya bagaimana?”
Paimin:”
Tidak semua Jo, coba baca surat dalam Alqur’an yang kamu bisa, dan perhatikan
cara makannya, rakus tidak, pakai tangan mana?”
“Kalau
rakus dan tangan kiri?”, sambut Tiwuk
Paimin:”Itu
salah satu cirinya”.
“Lalu
solusinya bagaimana Min?”, tanya Tejo. Paimin kemudian menjawab pertanyaan itu,
“Solusinya agar terhindar dari semua kejadian buruk itu Rutinlah sholat berjamaah
di rumah, bacalah Al-Quran dan amalan ibadah lainnya yang sesuai syariat Islam.. InsyaAllah rumah dan
keluarga besar kita akan terhindar dari perbuatan jahil mahluq ghaib yang tidak di ridhoi Allah swt...”
“Oh...”,seloroh
teman-teman Paimin.
Paimin:”
Lanjut ke kajian ke 12 : Hati-Hatilah
Para Pecinta Allah swt dan Nabi Muhammad saw. karena Ghaib yang Jahil / Ghaib yang tidak mendapatkan Hidayah dari Allah swt
selalu memantau kegiatan Anak cucu Adam setiap detiknya... Kemampuan Ghaib tersebut
dalam merekam jejak prilaku anak cucu adam sangatlah kuat dan cepat... Dan
Rekaman itu di manfaatkan oleh si Ghaib tersebut ketika para pencari Ilahi telah
wafat... Jika Para pencari Ilahi wafat dan Maqomnya Waliyulloh maka selamatlah
Manusia dari kesesatan yang akan di
ciptakan si Goib...”
“Terus
apa yang akan terjadi Min?”, Tukas Soma
Paimin:
“Namun jika Para pencari Ilahi gagal menduduki maqom Waliyulloh maka si Ghaib akan
leluasa menyesatkan Umat manusia dengan memakai Nama Para pencari Ilahi yang gagal mencapai derajat waliyulloh... Renungkanlah
dan bersungguh-sungguh dalam mencapai Ma'rifatulloh yang di Tetapkan Allah swt... Untukmu...”
Di
tengah rawa, sepi dan hanya terdengar aliran sungai... mereka terdiam beberapa
saat untuk memahami kajian ke 12. Kemudian terdengar suara Paimin kembali. “Kita
lanjut ke kajian ke 13 Sebisa
mungkin hindari Tidur atau istirahat dalam keadaan tanpa Busana/Pakaian...!”
“Harjo
.. kenapa senyam senyum”, kata Tiwuk..
“Nggak
Wuk... kamu kan cewek sendirian diantara kami, jadi... gimana ya.. maaf
bayangin kamu...”, jawab Harjo
“Ngaco
Har... Mesum loh..!’ omelan Tiwuk sambil mencubit Harjo
“Kenapa
Min?”, tanya Tejo...
Paimin
segera menjawab, “Begini Jo, Karena Alam/Mahluq Ghaib yang rendahan dan tidak berakhlaq serta tidak di
ridhoi Allah swt akan meniduri / menindih tubuh dari arah yang dia sukai... Larang
keras bagi kaum wanita tidur /istirahat hanya mengunakan sehelai kain/ selimut...
Usahakan kaum wanita memakai baju piyama atau baju tidur yang pantas dan layak... Ini semua demi keamanan
harga diri dan menghindari diri mereka kaum wanita di setubuhi oleh Ghaib yang Jahil/Ghaib yang tidak di ridhoi Allah swt...”
Tejo,”
Jadi kita harus berhati-hati karena Mahluq Ghaib itu tidak dapat di lihat oleh
mata biasa... Semoga Allah swt selalu memberikan kita Ilmu yang bermanfaat
serta barokah juga selalu mendapatkan perlindungan dari Allah swt.., gitu kan?”
Paimin:
“Iya Jo, lanjut ke kajian ke 14 , Bilamana
Para Salik/Murid mengalami telinga Dalam keadaan Tuli atau berdenggung secara
Tiba-tiba di suatu tempat maka ada baiknya sebisa mungkin tinggalkan tempat
kejadian tersebut secepatnya... Karena tempat tersebut sedang berlangsung
Pertempuran Ghaib secara Massal /berkelompok dari dua kekuatan yang saling
ingin memusnahkan...”
“Caranya?”,
mereka berlima bertanya hampir serentak.
“Jika
mampu carilah Masjid/mushola kemudian berwudhulah dan sholat tobat 2 rekaat...lalu
baca Istigfar,sholawat dan Tahlil sampai suasana hati dan telinga kembali
Normal...
Setelah
Normal cari jalan yang berlainan arah dari tempat tersebut atau jika terpaksa
harus melewati jalan tersebut kembali maka perbanyak Sholawat dalam Hati...,
jawab Paimin, “Ini semua demi keamanan Ruhani Salik/murid dari pengaruh/ganguan
Ghaib yang sedang berkonflik tersebut....”
Paimin dan Rijalul Ghaib (PART 2)
Suatu
hari, Paimin dan Tejo kembali melakukan aktivitas keseharian mereka yang sukai,
yaitu nenepi di pinggir kali Garingkunang. Mereka melanjutkan membahas tentang
Rijalul Ghaib.
Tejo memulai pembicaraan kepada Paimin, “Min, masih ingat saat kita jalan-jalan dulu?”
“Masih bro, kita membahasa Rijalul Ghaib kan? Bagaimana kalau kita lanjutkan
lagi”, jawab Paimin
Dengan mengangguk tanda setuju, Tejopun menjawab “Oke Min... dulu sampai kajian ke 5, tentang Salik”
Sabtu, 12 Agustus 2017
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 1)
Di Gua tersebut mereka berencana menyusuri sungai yang ada di dalamnya. Dalam perjalanan menuju gua, Tejo dan Paimin dikagetkan dengan adanya ular besar dengan Mahkota di kepalanya.
Tejo mencoba menenangkan hati, begitu juga dengan Paimin. Menurut cerita orang, jika ada orang yang bertemu dengan ular itu, aka orang itu akan menerima ilmu tak terbatas melalui Rijalul Ghaib.
Tejo teringat akan hal itu, kemudian Tejo menanyakan kepada Paimin. Akhirnya Paimin pun menjelaskan, ada 33 Kaidah dalam Rijalul Ghaib.
Rabu, 09 Agustus 2017
Spiritualitas yang tergadai (Part 2)
Setelah kejadian tersebut, Tejo sangatlah mengidam-idamkan Galuh. Di setiap langkah Galuh, dia selalu mencoba untuk menghadirkan kebahagiaan hidup.
Hingga pada suatu hari, Tejo dan Galuh bertemu di sebuah Rumah makan tanpa di sengaja.
Tejo; "Galuh? Suka mie ayam ya?"
Galuh: "Eh mas Tejo, iya nich... my favourite one". "Mas Tejo juga suka ya?"
Tejo: "Iya..."
Sabtu, 10 Juni 2017
WHO IS HIM? SATRIO PININGIT (1)
Sebenarnya apa dan siapa satrio piningit itu?
Satrio Piningit muncul dari sebuah ramalan sRaja Joyoboyo dalam serat Kalatida.
Pertanyaannya muncul dari dua kata dalam konsep itu. Satrio dan Piningit.
Melihat dari bahasa Satrio, maka kita dapat menyimpulkan bahwa dia adalah seorang laki-laki. Bisa berasal dari rakyat jelata atau dari pejabat. Satrio kalau dalam tradisi Jawa kuno, berarti seorang trah Kerajaan, yang mempunyai darah biru dan masih berhubungan dengan kekuasaan.
Piningit, mengandung arti yang tersembunyi. Tersembunyi disini mempunyai banyak pengertian,
Langganan:
Postingan (Atom)
Saat Prapti pergi
Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...
-
Seperti masa-masa sebelumnya, apakah kita dapat mengenali diri kita lebih jauh? Coba kita bercermin pada kisah Laila Majnun berikut ini....
-
Jarak Kepyar Klasifikasi Kingdom: Plantae Sub Kingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliop...






