Sabtu, 30 Maret 2013

PSK Vs ABG SOSIALITA



Indonesia, negeri yang sangat mudah menerima budaya asing dengan segala lini kehidupan dan lika-liku terjadinya budaya itu, nampak sangat kontras dengan prinsip negara yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara ketimuran, akan menyaring semua budaya asing yang masuk dan hanya akan menerapkan yang sesuai dengan budaya Indonesia.
Pada masa kini, kalau kita lihat dengan seksama, maka kita akan mendapati fakta yang sangat mencengangkan, yaitu banyak gadis perawan (anak SMP - SMA) yang merelakan dirinya masuk dalam sebuah kalangan "SOSIALITA", dengan memproklamirkan diri mereka sebagai ABG sosialita.
Dulu, sosialita berarti seorang kaya yang dermawan dan banyak menghabiskan waktunya untuk menyisihkan kekayaannya mengurus masalah-masalah yang dapat membantu orang lain, dengan arti kata lain mereka adalah orang yang "aktif secara sosial"

Kamis, 28 Maret 2013

Prahara Negeri Srigala

Di suatu malam, pak Tejo melihat berita di dalam Televisi tentang negeri ini, NKRI tercinta. Berita yang ada adalah keadaaan ter-update tentang kepemimpinan Indonesia, banyak pemimpin negeri ini yang dengan tega menghancurkan negerinya sendiri, dengan dalih ketenteraman dan kenyamanan rakyat Indonesia.
Begitu juga dengan "Wakil Rakyat" yang katanya adalah mewakili rakyat justru lebih banyak menghambur-hamburkan uang rakyat, dengan dalih "Belajar" dari negeri "Diatas awan", yang menurut mereka sebagai Dewa dalam tubuh wakil rakyat itu.
Dengan dalih membuat hukum untuk negeri ini, mereka "Plesir" dengan bebas dan alih-alih membuat hukum, mereka justru mencoba mencari celah bagaimana mengakali hukum yang akan dibuatnya itu, sehingga mereka akan dapat dengan leluasa menjadi "Sang Srigala" yang banyak mangsanya, tanpa harus berhadapan dengan "Srigala" lain yang juga mencari mangsa.

Rabu, 20 Maret 2013

Domba Berbulu Srigala

Di sebuah tanah lapang yang rindang, didepan rumah pak Tejo, bergerombol domba dengan bulu indah, tebal nan putih. Gerombolan itu berlarian tidak teratur. Tanah lapang itu banyak tumbuh rumput yang sangat subur, maklum, rumah pak Tejo berada di pinggir hutan dan ada bilik air yang jernih disana. Karena kesuburannya itulah, maka banyak herbivora yang datang kesitu. 
Karena letaknya yang dipinggir hutan, maka tak ayal juga ada hewan buas yang kadang mencari mangsa di tanah lapang itu, terutama hewan yang suka melolong, The Jackal, Srigala, yang selalu datang kesana sekedar untuk minum atau benar-benar lapar untuk memangsa hewan yang ada di tanah lapang tersebut.

Selasa, 12 Februari 2013

Valentine Day dalam Perspektif


Memasuki bulan februari di Negara islam terbesar (Indonesia) yang berpenduduk ± 220 juta jiwa, mayoritasnya menganut agama islam ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap muslim.
Toko-toko swalayan menyediakan; bunga- bunga berwarna merah, kartu-kartu ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam keyakinan romawi kuno), hotel-hotel dan restoran mewah menyediakan paket valentine, siaran radio dan televisi disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.
Apakah ini tradisi islam? Kalau tidak, kenapa orang yang mengaku dirinya beragama islam ikut merayakannya? Lalu apa solusinya sehingga umat mayoritas tidak mengekor kepada umat minoritas? Uraian berikut mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Kau Cantik Hari Ini...

Lama sudah tak ku lihat,
kau yang dulu ku mau.
Kadang ingat kadang tidak,
bagaimana diri mu.

Kau cantik hari ini,
dan aku suka.
Kau lain sekali,
dan aku suka.....

Selasa, 05 Februari 2013

Dini


Di pantai Marina, angin berhembus dengan sangat sejuk dan bersahabat. Saat itu mendung juga sedang menggelayuti langit yang biru. Disana Tejo sedang menghabiskan masa liburannya dengan mendirikan kemah, sangat kurang nyaman tetapi sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tejo berkemah di dekat pantai Marina selama 3 hari.
Suatu hari, Tejo bergumam pada dirinya, apa sih maksud dari semua ini?
“Jo... “, ada suara memanggil Tejo dengan lembut. Tejo menoleh ke arah suara itu. Tejo kaget bukan kepalang, karena sudah lama Tejo tidak bertemu dengan temannya itu, seorang wanita cantik yang sangat menawan. Sebut saja namanya Dini.
Ternyata, Dini sedari tadi memperhatikan Tejo yang sedang bermain istana pasir di pantai itu. Dini sebenarnya masih ragu, benarkah itu Tejo yang dulu ia kenal?
“Dini....”, sentak Tejo meyakinkan bahwa yang dilihatnya adalah Dini. “Benarkah kamu Dini?”, tanya Tejo.
“Ini benar Tejo kan?, teman satu angkatan dulu waktu kuliah di Amsterdam?”, tanya Dini juga untuk meyakinkan bahwa yang ditemuinya benar adalah Badrun Tejo Suprapto.

Senin, 14 Januari 2013

Ojo Dumeh Truk..!!


Pak Tedjo memperhatikan dan mendengarkan suara merdu yang tidak asing di telinganya dalam kamarnya. Menggambarkan sebuah cerita wayang dengan formula humor serius. Yaa… itu suara Panjul yang sedang melakonkan sebuah kisah. Digenggamannya terdapat tiga tokoh wayang kulit. Satu berbentuk raksasa di tangan kiri dan dua berbentuk Punokawan yaitu Semar dan Bagong.
” Jagad... Dewo Bathoro jagad.... Heeehh...!!! Kowe manungso elek-elek rupamu... pendek-pendek bentukmu. Opo arep golek patimu kowe teko mrene? Hheeehh....“ kata raksasa kepada kedua punokawan Semar dan Bagong itu.

Selasa, 08 Januari 2013

Kalung Brojo Lumintang

Suatu malam, Tejo dalam perjalanan pulangnya dari Perbukitan Menoreh, mendapati sesuatu yang aneh dalam perjalanannya. Dalam Landcruisernya, bersama dengan temannya Saleh dan Mamat, dia merasakan udara dingin menyembur ke tubuhnya.
"Bro... kok dingin banget ya?", tanya Tejo pada kedua temannya itu.
"Dingin apanya bro... inikan hanya Ac saja", sahut Saleh.
"Bener bro, coba di cek aja AC-nya, mungkin kamu putar pada posisi sangat dingin kali", sahut Mamat menambahi.
"Enggak Bro.. ini Ac posisi 1, dan ini memang dingin bro...", jawab Tejo. "Ini badanku pe menggigil....", sahutnya lagi.
"Gini aja Jo, kamu dibelakang aja, gimana?, sahut Saleh.
"Istirahat dulu aja yuk....", Tejo melanjutkan.

Selasa, 13 November 2012

Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan , yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan air yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun hal ini selalu terjadi setiap hari. Si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurn. Namun si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidak sempurnaannya dan merasa sedih dia hanya dapat memberikan setengah dari yang seharusnya dapat diberikannya.

Minggu, 14 Oktober 2012

PUSDIKLAT KEAGAMAAN PERLU PEMBENAHAN

Pada pelaksanaan Diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Keagamaan tanggal 1-15 Oktober 2012 yang dilaksanakan di hotel Serena Bandung, ada sesuatu yang sangat menarik untuk dicermati. pakah itu?
Dalam perspektif penulis, ini mengurangi citra kelembagaan tersebut, tetapi sepertinya hal tersebut sudah dianggap wajar karena mereka menganggap hal tersebut wajar adanya. Apa sajakah itu?

Sabtu, 13 Oktober 2012

Bola Salju Miskonsepsi

Suatu hari Tejo berjalan-jalan dalam sebuah perkampungan dan bertemu dengan seseorang yang ternyata seorang ulama di daerah itu. Ia bertanya ulama tersebut, sebut saja Syeh Singaparna..
Tejo menyapa sang ulama, "Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikum salam, ada yang bisa kami bantu anak muda?", jawab Syeh Singaparna dengan nada yang lembut.
"Perkenalkan nama saya Tejo pak ustad, saya berasal dari daerah Blitar, saya sekarang sedang mengembara ke seluruh pelosok negeri hanya untuk mencari sebuah jawaban dari pertanyaan saya, mungkin saja bapak bisa menjawab pertanyaan saya..", jawab Tejo.

Saat Prapti pergi

Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...