Bagong
berbadan pendek, gemuk seperti semar tetapi mata dan mulut lebar. Ia memiliki
watak banyak bercanda, pintar membuat lelucon, bahkan terkadang saking lucunya
menjadi menjengkelkan. Beradat lancang, tetapi jujur, dan juga sakti. Kalau
menjalankan tugas terkadang tergesa-gesa kurang perhitungan. Bagong bersuara
besar dan kedengaran agak kendor di leher. Ada yang mengatakan kalau Bagong
berasal dari kata Baghoo (bahasa Arab) yang artinya senang membangkang/
menentang, tidak mudah menurut atau percaya pada nasihat orang lain.
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Petruk, si Penderma
Petruk adalah sejenis Gandarwa, sama dengan Gareng. Ciri fisiknya adalah hidungnya mancung, tinggi dan perutnya buncit. Nama lain Petruk adalah Kanthong Bolong artinya
suka berdema. Nama lainnya adalah Doblajaya, artinya pintar. memang Petruk paling pandai dan pintar
bicara. Petruk selalu menghibur tuannya ketika dalam kesusahaan menerima
cobaan, mengingatkan ketika lupa, membela ketika teraniaya.
Intinya, Petruk bisa momong
artinya bisa mengasuh, momot artinya dapat memuat segala keluhan tuannya, dapat
merahasiakan masalah, momor artinya tidak sakit hati ketika dikritik dan tidak
mudah bangga kalau disanjung, mursid artinya pintar sebagai abdi, mengetahui
kehendak tuannya dan murakabi artinya bermanfaat bagi sesama.
Gareng, si baik hjati
Gareng adalah keturunan dari Gandarwa, sejenis bidadara, yaitu malaikat (menurut beberapa kepercayaan). Dia adalah makhluk berjenis kelamin laki-laki dan merupakan pemusik, seniman dari dunia para dewa. Musiknya sangat menyejukkan hati, sehingga kita bisa terlena terbawa kedalam kedamaian sejati.
Gareng digambarkan sebagai makhluk dengan kaki pincang, sehingga ketika berjalan dia tidak dapat sempurna. Gareng juga digambarkan mempunyai mata yang tidak sempurna, yaitu mata yang juling, sehingga orang kadang tidak tahu arah fokus pandangan dari Gareng. Tangannya juga tidak sempurna, lebih mudah dibahasakan Ceko. Gareng senang bercanda, setia kepada tuannya, dan gemar menolong orang lain.
Selasa, 15 Oktober 2019
Semar, si Penasehat
Semar, yang lebih terkenal dengan nama Ki Lurah Badranaya, dia yang mempunyai sifat yang membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya siapakah dia?
Dia yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Dia yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Dia yang bukan dikira iya.
Dia yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Dia maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut semar yang artinya tersamar, atau tidak jelas.
Senin, 25 Maret 2019
Baiklah
Sebuah kata yang sangat mudah untuk kita ucapkan, meski tanpa ada rencana atas konsekuensi yang harus diterima. Banyak orang dengan sangat mudahnya mengucapkan kata ini, semudah membalikkan telapak tangan.
Sebuah kata yang sebenarnya tidak tepat untuk mempermudah suatu urusan, tetapi penuh dengan konsekuensi. Semisal, jika da pertanyaan, apakah kamu bersedia untuk menjadi pemimpin negeri ini?
Jawaban yang akan sangat mudah diucapkan, apakah itu? Jawabnya adalah "Baiklah", tanpa berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab yang sangat besar. Sebuah jawaban yang mempermudah segala urusan, yang sebenarnya belum tentu dia kuat untuk mempertangungjawabkannya.
Kamis, 21 Maret 2019
Pertemuan kembali Galuh dan Tejo
Tejo menyempatkan diri menikmati reruntuhan kerajaan Majapahit, kemudian ke Pacet dan menginap di sana.
Rabu, 28 Maret 2018
Satu Kata
![]() |
Suatu hari, Tejo berjalan-jalan ke daerah pedalaman, di tengah hutan belantara, dimana hanya ada nyamuk, ngengat dan kodok yang menjadi teman sepanjang perjalanannya. Dalam perjalanannya itu, Tejo merasa lelah, dan akhirnya bersandar di pohon Gaharu yang harum baunya. Dalam istirahatnya itu, Tejo melamun.
Setelah beberapa saat melamun, dia akhirnya tertidur pulas dengan mimpi indah di dalamnya. Dia bertemu dengan peri hutan yang sangat cantik, Galuh namanya.
"Hai manusia, kenapa kamu berada di sini?", tanya Galuh, yang sebenarnya Tejo awalnya tidak mengenalnya.
"Siapa engkau... kenapa engkau berada di tengah hutan seperti ini?, Apakah orangtuamu tidak mencarimu?", tanya Tejo sambil tergagap.
Kamis, 01 Maret 2018
GILA
“Gila”,
sebuah kata yang terucap dari mulut Tejo, seorang pemuda dari kampung Medang.
Dia terkaget-kaget melhat sebuah kejadian yang belum dia lihat di depan
matanya. Dia benar-benar terperanjak melihat sebuah fenomena jatuhnya puluhan
ular besar dari tebing, dimana ukuran masing-masing ular sebesar pohon kelapa.
Dia
pun akhirnya lari terbirit-birit karena sangat takut, karena ukuran ular yang
sangat besar. Saat berlari, Tejo tidak memperhatikan jalan dan akhirnya dia
terpeleset jatuh ke jurang yang ada di sekitarnya.
Rabu, 07 Februari 2018
Fairy Memories
Dalam keheningan malam, dalam tidur nyenyaknya, Tejo bermimpi bertemu dengan bidadari cantik yang terbang dengan satu sayap di belakangnya. Dalam mimpinya, Tejo bercakap-cakap dengan bidadari itu.
"Siapa Engkau?", tanya Tejo saat melihat bayangan Bidadari terbang melintas di atas kepalanya.
Sang Bidadari kaget, kenapa ada manusia yang bisa melihatnya. Dengan cepat bidadari itu turun menghampiri Tejo yang sedang memandanginya.
"Kamu bisa melihatku?, siapa namamu?", tanya sang Bidadari
"Oh.. Aku Tejo, siapa namamu?", tanya Tejo pada sang Bidadari
Sabtu, 27 Januari 2018
Paimin dan Rijalul Ghaib (Part 7-Ending)
Pagi hari ini,
Tejo, Paimin, Panjul beserta anggota klub manasuka berjalan-jalan ke daerah
Bukit Menoreh untuk melakukan ritual terakhir dalam rangka pengkajian rijalul
Ghaib yang terakhir. Paimin berkata, “baiklah, mari kita mulai kajian kita. Kajian
ke 31 : Janganlah terobsesi dengan Alam Ghoib karena akan kecewa adanya. Mendekatlah
dengan yang menciptakan Alam Ghoib yaitu Alloh swt. Mintalah izin pada Alloh
swt agar di perkenankan untuk mendalami Dunia keghoiban. Jika Alloh swt sudah
berkenan dan Ridho terhadap seorang Hamba maka apapun yang tidak mungkin akan
menjadi mungkin karena tidak ada yang mustahil bagi Alloh swt.
Ruang Kosong
Di perjalanan, Tejo bertemu dengan Ratna, mereka saling berkenalan
dalam kereta menuju Surabaya.
Tejo mengenalkan dirinya, “saya Tejo, nama komplit saya adalah Tejo
Putro Anggodho, anda siapa ya, boleh tahu nama anda?”
Ratna menjawab dengan sedikit tersipu, “nama saya Ratna, Ratna Ayu
Putri”.
Berawal dari perkenalan itu, merekapun akhirnya bercerita tentang
pekerjaan dan keluarga mereka. Tejo adalah seorang pengusaha Kayu dan mebel ekspor impor, sedangkan Ratna
adalah seorang pengusaha restoran. Mereka juga menceritakan susah senang dalam
pekerjaannya.
Saat Ratna bercerita tentang keluarganya, terlihat dengan jelas oleh
Tejo raut uka dan tetes air mata di sudut mata Ratna. Akhirnya Tejo pun
tertegun dan mencoba untuk tidak berkomentar.
Langganan:
Postingan (Atom)
Saat Prapti pergi
Suatu ketika, Galuh mengajak Prapti menemui Tejo di sebuah rumah makan, di sekitar tempat wisata alam. Mereka akhirnya memutuskan untuk m...
-
Seperti masa-masa sebelumnya, apakah kita dapat mengenali diri kita lebih jauh? Coba kita bercermin pada kisah Laila Majnun berikut ini....
-
Jarak Kepyar Klasifikasi Kingdom: Plantae Sub Kingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliop...










